Senin, 28 Oktober 2013

Sebuah novel ungkapan cinta


“Sebuah novel  ungkapan  cinta”

Rasa ini kurasakan begitu mendalam. Namun saya   merasa tak percaya diri atas rasa ini. Aku tak berani mengungkapkan rasa ini padanya. Seorang wanita yang cantik,lugu,cerdas dan solekhah satu organisasi dengan saya. Badiyatun  Fina namanya.
Aku hanya bisa mencuri curi pandang dan memberikan bahasa bahasa perhatian padanya. memang hanya sebatas itu saya ungkapkan karena aku memang orang yang pemalu. tak kurang dari tiga bulan rasa ini tersembunyikan padahal kami selau berinteraksi. Seperti pembahasan program, cerita sekolah bahkan kami sering tukar novel.
Karena aku adalah seorang yang suka menulis juga saya sangat terdorong oleh para novelis novelis yang hebat. Ditambah kesan mendapat hadiah novel pada saat saya menulis sebuah puisi yang pertama dan  yang saya bacakan didepan umum pada saat pelatihan jurnalistik saat kelas satu Mts. Kemudian saat itu aku mencoba menulis kisah rasaku kepada Fina yang tak pernah bisa ku ungkapkan.
Empat ratus halaman berisi kisah perjuanganku,cemburuku,perhatianku dan kebersamaan yang menyatu  bersama rasa yang tak pernah ku ungkapkan padanya telah terselesaikan dalam waktu tiga bulan. Kuhanya berbekal kesabaran untuk ungkapkan rasa ku.
Hari minggu itu ada rapat organisasi. Saatnya aku memberikan sebuah novel tulisanku padan Fina. Minggu itu aku datang lebih awal. Belum ada satu orangpun yang datang. Aku sabar menunggu teman teman. Sepuluh menit berjalan datang juga daryanto berboncengan dengan mba Desi yang kabarnya mereka pasangan yang bersetatus pacaran,Rakmat sendirian dan wahab bersama seorang wanita yang selama ini saya cintai. Saya tanya pada rakmat ternyata mereka berdua juga pacaran.
Remuk redam hatiku. Namun bukan salah siapa siapa. Ini adalah kebodohanku dan aku yang terlalu percaya diri terhadap diriku yang berani berani mencintai Fina. Wanitan yang hebat. Wanita yang sangat cocok dengan wahab yang berkedudukan sebagai ketua organisasi dan dia juga seorang sarjana muda. Mungkin hal ini yang menjadi rahasia Fina yang acuh terhadap semua perjuangan dan rasaku untuknya.
Rapat selesai. Kuberikan novel karyaku pada Fina dengan kutambahkan tulisan dalam kertas lembaran sobekan buku tulis. “ hari ini aku sadar dan mengerti atas semuanya. Aku memang tak pantas memilikimu. hari ini ku hanyabisa memberikan sebuah tulisa novel  pertama saya. Da terimakasih atas pelajaran cinta dan segalanya. Novel ini masih ada yang belum  bisa tercanumkan .yaitu kisah hari ini yang lebih berkesan dan berarti dari pada kisah empat ratus halaman pada novel ini.”


Pada satu ketika ,saat Malik sedang menunggu kakaknya di rumah sakit seorang santri putri yang bernama Wulan datang bersama adik malik yaitu siti untuk menjenguk kakaknya.
Saat itu juga saat malik melihat adik dan satu temanya, ia terdiam bagai orang yang tak berdaya. Wanita yang datang bersama adiknya ternyata adalah wanita yang membuat malik tidak berdaya saat tak sengaja melihat wulan pada waktu di suruh oleh pak yai membetulkan atap pondok putri tiga bulan yang lalu.
Ia tdak menyangka hal hal ini. seorang wanita yang mampu membuat dirinyaterpesona,ia bisa bertemu lagi di rumah sakit dimana kakaknya dirawat. Iapun meras malu  karena kedat anganya. Namun ia tidak akan memungkiri hatinya yang telah terpancing oleh keindahan wulan. walau hanya dengan lirikan mata tersembunyi ia saling memandang.

Ketika wulan dan adik malik  pulang ke pondok. Malik tidak bisa melepas bayangan tentang keidahan wulan. Karena pertemuan ini membut malik berbicara dalam hati tentang apa rencana tuhan di balik semua ini dan ia merasa bahwa dirinya sudah pantas bercinta yang selama ini malik selalu membuAng rasa yang datang pada hatinya. Namun ini begitu beda ia rasakan.
Pada saat ia berkesempatan untuk pulang ke rumahnya ia sengaja membawa Hp untuk bisa berkomunikasi dengan Wulan walau dalam hatinya mersakan konflik batin meningkari peraturan dari pak yai. Karena sebenarnya di pondok di larang membawa Hp kecuali anak yang kuliah seperti Wulan.
Malik dan wulan bisa berkomunikasi. Dan keduanya menyatakan persaan mereka, mereka saling mencintai. Bahkan mereka menyatakan keseriusan perasaan mereka karena mereka merasa bahwa mereka sudah dewasa walau dalam hati Malik merasa mider dengan keadaanya yang berasal dari keluarga yang kurang mapu sedangkan wulan berasal dari keluarga yang tergolong mampu. namun baru saja ia bisa berkomunikasi berjalan dua minggu hubungan mereka di ketahui oleh pihak pengurus pondok sehingga ia mendapat teguran habis habisan langsung dari pak yai dan malik mendapat hukuman.
Karena kejadian itu malik malik menyatakan bahwa cinta mereka memilih harus berhenti.walau dalam hati malik terasa berat sekali.ditambah respon ibu malik yang tidak terlalu mendukung karena rasa ketidakmampuan keluarganya. Peraturan pesantren dan terbentur perbedaan kasta mereka membuat hati  malik hancur lebur.namun bagai manapun malik masih sangat berharap dan berjuang keras untuk bisa bersama dengan Wulan tanpa sepengetahuan wulan yang sempat kecewa dengan keputusan Malik.