“Sebuah novel ungkapan
cinta”
Rasa ini kurasakan begitu mendalam.
Namun saya merasa tak percaya diri atas
rasa ini. Aku tak berani mengungkapkan rasa ini padanya. Seorang wanita yang
cantik,lugu,cerdas dan solekhah satu organisasi dengan saya. Badiyatun Fina namanya.
Aku hanya bisa mencuri curi pandang
dan memberikan bahasa bahasa perhatian padanya. memang hanya sebatas itu saya
ungkapkan karena aku memang orang yang pemalu. tak kurang dari tiga bulan rasa
ini tersembunyikan padahal kami selau berinteraksi. Seperti pembahasan program,
cerita sekolah bahkan kami sering tukar novel.
Karena aku adalah seorang yang suka
menulis juga saya sangat terdorong oleh para novelis novelis yang hebat.
Ditambah kesan mendapat hadiah novel pada saat saya menulis sebuah puisi yang
pertama dan yang saya bacakan didepan
umum pada saat pelatihan jurnalistik saat kelas satu Mts. Kemudian saat itu aku
mencoba menulis kisah rasaku kepada Fina yang tak pernah bisa ku ungkapkan.
Empat ratus halaman berisi kisah
perjuanganku,cemburuku,perhatianku dan kebersamaan yang menyatu bersama rasa yang tak pernah ku ungkapkan
padanya telah terselesaikan dalam waktu tiga bulan. Kuhanya berbekal kesabaran
untuk ungkapkan rasa ku.
Hari minggu itu ada rapat
organisasi. Saatnya aku memberikan sebuah novel tulisanku padan Fina. Minggu
itu aku datang lebih awal. Belum ada satu orangpun yang datang. Aku sabar
menunggu teman teman. Sepuluh menit berjalan datang juga daryanto berboncengan
dengan mba Desi yang kabarnya mereka pasangan yang bersetatus pacaran,Rakmat
sendirian dan wahab bersama seorang wanita yang selama ini saya cintai. Saya
tanya pada rakmat ternyata mereka berdua juga pacaran.
Remuk redam hatiku. Namun bukan
salah siapa siapa. Ini adalah kebodohanku dan aku yang terlalu percaya diri
terhadap diriku yang berani berani mencintai Fina. Wanitan yang hebat. Wanita
yang sangat cocok dengan wahab yang berkedudukan sebagai ketua organisasi dan
dia juga seorang sarjana muda. Mungkin hal ini yang menjadi rahasia Fina yang
acuh terhadap semua perjuangan dan rasaku untuknya.
Rapat selesai. Kuberikan novel
karyaku pada Fina dengan kutambahkan tulisan dalam kertas lembaran sobekan buku
tulis. “ hari ini aku sadar dan mengerti atas semuanya. Aku memang tak pantas
memilikimu. hari ini ku hanyabisa memberikan sebuah tulisa novel pertama saya. Da terimakasih atas pelajaran
cinta dan segalanya. Novel ini masih ada yang belum bisa tercanumkan .yaitu kisah hari ini yang
lebih berkesan dan berarti dari pada kisah empat ratus halaman pada novel ini.”